Foto dokumentasi Ganjar Pranowo kala Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan Kartu Tani untuk provinsi Jateng, Februari 2015. (biroinfrasda.jatengprov.go.id) Foto dokumentasi Ganjar Pranowo kala Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan Kartu Tani untuk provinsi Jateng, Februari 2015. (biroinfrasda.jatengprov.go.id)
Minggu, 4 Maret 2018 09:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
Ganjar Pranowo Tegaskan Kartu Tani Manjur Cegah Penyelewengan Pupuk

Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 disongsong Ganjar Pranowo dengan menegaskan program Kartu Tani-nya terbukti manjur mencegah penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi.

Solopos.com, KENDAL — Calon gubernur incumbent atau petahana Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Kartu Tani yang dikenalkannya selama memimpin Jateng selama ini terbukti manjur mengantisipasi berbagai praktik penyelewengan dan penyelundupan pada distribusi pupuk bersubsidi.

“Silakan tunjukkan kepada saya kalau ada penyelundupan pupuk selama ada Kartu Tani, tidak ada kan? Ini adalah bukti Kartu Tani sudah bekerja secara sistem untuk menjamin tidak ada penyelewengan pupuk,” kata Ganjar saat berkunjung di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu, Kabupaten Kendal pada masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Kamis (1/3/2018.

Dipublikasikan Kantor Berita Antara, Jumat (2/3/2018), Ganjar Pranowo dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa program Kartu Tani merupakan salah satu wujud modernisasi pertanian. Sebab, katanya, pada Kartu Tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk, dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

Ide Program Kartu Tani, diakui Ganjar Pranowo didasari oleh dua hal, yakni semaraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah, serta data petani yang amburadul sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran. Menurut cagub yang berpasangan dengan cawagub Taj Yasin itu, dengan Program Kartu Tani, bisa diketahui jumlah petani, kebutuhannya, serta komoditas yang ditanamnya.

“Saat ini petani di Jateng tercatat ada sekitar 2 juta orang dan 90% di antaranya sudah memiliki Kartu Tani, kalau ada petani yang belum punya ya sementara dilayani dengan manual,” ujarnya.

Kendati demikian, Ganjar Pranowo mengakui, program Kartu Tani masih butuh penyempurnaan agar bisa melayani sesuai keinginan petani dan menyukseskan program pemerintah. “Masih butuh software untuk pemantauan, misalnya menanam apa, menanam di mana. Jadi kalau harga komoditas turun karena panen raya, kami punya data, dengan data tersebut, akan ada solusi,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Selain Kartu Tani, Ganjar menyebutkan program unggulannya adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan melayani masyrakat dengan cepat, mudah dan murah. “Kalau bersih itu sudah terlaksana, yang lain itu kan mudah. Infrastruktur berjalan, penguatan usaha kecil dan UMKM berjalan, pendidikan yang tidak mahal serta gratis untuk orang miskin,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Ganjar Prnowo, dirinya mendorong percepatan investasi dan tata ruang yang ramah lingkungan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Komunikasi Politik Generasi Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (26/3/2018). Esai ini karya Tiyas Nur Haryani, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tiyasnur@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Peradaban telah banyak berubah. Awalnya kita sering…

Terpopuler