Ritual makeup Junaid Ahmed sebelum berswafoto (Instagram @junaidahmedx) Ritual makeup Junaid Ahmed sebelum berswafoto (Instagram @junaidahmedx)
Kamis, 1 Maret 2018 12:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Kecanduan, Pria Ini Selfie 200 Kali Sehari

Kisah unik kali ini tentang seorang pria yang berswafoto sampai 200 kali sehari karena kecanduan.

Solopos.com, SOLO – Selfie alias swafoto merupakan salah satu kegiatan menyenangkan yang digemari banyak orang, khususnya wanita. Tapi, bukan berarti tidak ada pria yang gemar berswafoto. Buktinya, ada seorang pria bernama Junaid Ahmed, 22, yang kecanduan selfie. Jadilah aksi selfie Junaid menjadi kisah unik.

Dilansir Oddity Central, Rabu (28/2/2018), kisah unik bermula dari pria asal Peterborough, Inggris, itu merupakan salah satu yang gemar berswafoto. Dalam sehari, Junaid Ahmed bisa memotret dirinya sampai 200 kali dan memilih satu terbaik untuk diunggah ke Instagram. Dia menghabiskan waktu selama tiga jam untuk berswafoto.

Ritual makeup Junaid Ahmed sebelum berswafoto (Instagram @junaidahmedx)

Ritual makeup Junaid Ahmed sebelum berswafoto (Instagram @junaidahmedx)

Mantan mahasiswa model itu menyebut dirinya sebagai Raja Selfie. Junaid Ahmed selalu mengunggah foto terbaik  untuk dipamerkan kepada sekitar 50.000 pengikut akun Instagram-nya, @junaidahmedx. Agar mendapatkan hasil terbaik, dia melakukan serangkaian perawatan wajah, mulai dari facial hingga memakai kosmetik tertentu. Dia tak pernah lupa membentuk alisnya dengan pensil dan memoleskan pelembap ke bibirnya.

Junaid Ahmed mengaku pernah melakukan veneer gigi, dagu, pipi, hingga rahang. Dia bahkan melakukan filler bibir dan suntik botoks untuk membuat wajahnya semakin menawan. “Aku sangat senang ketika mendapatkan 100 likes setelah mengunggah satu gambar edalam waktu dua menit. Hal ini membuatku sangat senang. Sebab, aku tidak pernah memiliki penggemar begitu banyak seperti ini,” katanya.

Perubahan fisik Junaid Ahmed itu disebabkan oleh masa lalunya yang kelam. Dia sering menjadi bahan ejekan semasa sekolah karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak menarik. “Aku selalu menjadi bahan ejeken. Hal itu membuatku merasa sangat tertekan hingga membuatku berusaha mengubah penampilan. Kini, aku merasa lebih percaya diri daripada sebelumnya. Aku sangat senang melihat orang lain menyukai fotoku,” tandasnya.

 

 

Kolom

GAGASAN
Komunikasi Politik Generasi Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (26/3/2018). Esai ini karya Tiyas Nur Haryani, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tiyasnur@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Peradaban telah banyak berubah. Awalnya kita sering…

Terpopuler